Kita tidak sempurna. Kita mungkin punya keburukan, melakukan kesalahan, bahkan berbuat jahat, menyakiti orang lain. Tapi beruntunglah yang mau berubah. Berjanji tidak melakukannya lagi, memperbaiki, dan menebus kesalahan tersebut. Mari tutup masa lalu yang kelam, mari membuka halaman yang baru. Jangan ragu-ragu. Jangan cemas. Tinggalkanlah kebodohan dan ketidakpedulian. “Selamat Tinggal”…
"Ada kalanya ketika kita harus mengejar banyak hal, kau tiba-tiba menyadari ada begitu banyak yang harus dibetulkan, yang harus diselesaikan. Alih-alih meletakkan harapan di atas segala sesuatu yang sudah terjadi, kau justru terjebak dalam berbagai ekspektasi yang makin menyiksa diri sendiri. Tarik napas, duduk dulu. Mari kita bercerita, pelan-pelan agar napas dan harapanmu tidak terus terb…
Selamat datang di keluarga Mamak. Mari berkenalan dengan Mamak yang galak dan penuh disiplin, Bapak yangn menyenangkan dan selalu pengertian. si sulung Eliana, Pukat, Burlian serta si bungsu Amelia. Membaca buku ini sungguh menyentuh. Mengisahkan pengalaman-pengalaman indah masa kecil dan remaja yang penuh romantika. Ada cerita tentang kenakalan anak-anak, kreativitas, persahabatan, kebera…
Bukit-bukit Oxfordshire menyembunyikan sisa-sisa dari Ashdown House yang telah runtuh menjadi tumpukan abu dan penyesalan. Namun rahasia-rahasianya akan menyatukan tiga wanita dari empat abad dalam jalinan percintaan, penipuan, dan takdir.... 1662 - Seorang ratu Elizabeth Stuart sang Ratu Musim Dingin memercayakan sepasang artefak misterius kepada kesatrianya yang setia untuk kelak diberikan ke…
Janji yang diucapkan setelah bertahun-tahun yang terlupakan. Patutkah janji itu diperjuangkan ? Novel romantis ini menceritakan perjuangan seorang wanita dalam memperjuangkan janji cintanya. Pembaca diajak untuk merasakan perjuangan yang dilakukan dan perasaan yang dirasakan dari tokoh utama dalam novel ini. Akankah janji cinta ditepati pada akhirnya ? Bunga krisan adalah jawabannya.
Corpus salib di ruang pastoran itu menangis. Air matanya menetes ke lantai. Tongkat dengan pisau di dalamnya kaget melihat salib menangis. “Mengapa kamu menangis, salib? Apakah kamu sakit atau sedih?” Corpus salib melihat ke arah suara. Demi dilihatnya yang bertanya tongkat dengan pisau di dalamnya, tangis si salib agak reda. Lalu, sambil masih terisak-isak, salib itu berkata, “Maaf ya, k…
"Ada jodoh yang ditemukan lewat tatapan pertama. Ada persahabatan yang diawali lewat sapa hangat. Bagaimana jika takdir bersama ternyata, diawali dengan pertarungan mematikan? Lantas semua cerita berkelindan dengan, pengejaran demi pengejaran mencari jawaban? Pulang-Pergi."
Inilah Karya Iwan Simatupang yang terkenal itu, “roman baru” yang setiap tokohnya, melalui perasaan-pikiran-tindakan, adalah filsafat yang dipersonifikasikan. Beberapa orang juga menyebut filsafat yang dipersonifikasikan sebagai “filsafat in-action” atau orang-darah-daging yang di-filsafat-eksistensialis-kan. Inilah “roman baru” yang selalu terasa baru setiap dibaca ulang, dan pe…
Kita semua adalah pengembara di dunia ini. Ada yang kaya, pun ada yang miskin. Ada yang terkenal, ternama, berkuasa, juga ada yang bukan siapa-siapa. Ada yang seolah bisa membeli apapun, melakukan apapun yang dia mau, hebat sekali. Ada yang bahkan bingung besok harus makan apa. Tapi sesungguhnya di manakah kebahagiaan itu hinggap? Di manakah hakikat kehidupan itu tersembunyi? Apakah sep…