Dunia digital telah semakin merasuk ke segala penjuru sendi-sendi kehidupan manusia. melukislah dengan cahaya, seperti wejangan para fotografer yang telah berkutat lama dengan lembar-lembar film negatif saat teknologi masih mengandalkan dunia analog. Kegagapan teknologi menjadi kendala utama para fotografer, yang selama ini antipati terhadap dunia digital komputer dan khususnya dan kemudian har…
Buku ini membantu organisasi keagamaan, ornop, dan organisasi nirlaba lain untuk bisa bekerja secara strategis, tetap relevan, sekaligus bisa memberdayakan organisasi masyarakat sipil dalam perjuangan mereka mempengaruhi kebijakan negara agar berpihak pada kepentingan rakyat.
Sebagai produk dari revolusi industri, fotografi menyintesis visi artistik dan teknologi. Kamera, lensa, dan tripod menjadi alat bagi seniman dan memungkinkan fotografer untuk mengeksplorasi dan menciptakan imaji seni. Pengaruh budaya akan menginspirasi fotografer menghasilkan foto lanskap, yang tidak saja membuat orang tidak bosan melihatnya, tetapi juga menginspirasi fotografer untuk mengh…
Buku Dari Sinai sampai Al-Ghazali ini menghimpun esai-esai panjang Goenawan Mohamad yang berisi telaah, renungan, tafsir, sanggahan, dan percakapan sang penulis tentang para pemikir yang merentang mulai Marx hingga Al-Ghazali, Plato hingga Driyarkara, Nietzsche hingga Baldwin. Pokok pergumulan dalam percakapan Goenawan di antaranya adalah ihwal identitas, filsafat dan laku, agama dan politik: t…
Dalam buku ini, penulis membahas komunikasi massa dan aktivitas kita dalam bersosial media melalui pendekatan ilustrasi sederhana. Benda-benda yang sangat familiar dengan kita, ternyata merupakan bagian dari komunikasi massa. Menyetel televisi di kamar tidur misalnya, atau mencari program musik saat bekendara, lalu mengklik berita di telepon seluler, itu semua adalah aktivitas-aktivitas yang pu…
“Hidup dan bumi jadi tampak gawat.” Manusia melihat ke dalam diri dan sekitarnya dengan waswas, menciptakan batas-batas yang ketat, yang ingin kekal dan berlaku kapan saja, “baik buat semua, keji buat semua”, disertai alasan-alasan yang berlapis-lapis. Untuk itu, manusia memikirkan dan merumuskan agama, membentuk sistem filsafat dan ideologi. Ia tak membuka ruang yang khusus untuk tiap-…