Ide-ide dan sepak terjangnya sering bernada kritis dan mengejutkan. Minatnya luas, mencakup berbagai masalah hangat di bidang sosial, budaya, dan politik. Buku ini jelas memperlihatkan sosok penulisnya, Emha Ainun Nadjib, sebagai cendekiawan yang kritis sekaligus penyair yang kerap lebih suka menafikan aturan-aturan konvensional. Di dalamnya, Emha menuangkan segenap gagasan dan uneg-uneg-nya te…
ejatinya menghadap ke mana pun, kita melihat kebesaran Allah yang membuat kita menyebut nama-Nya. Bukan hanya di Ka‘bah, tapi juga di gubuk-gubuk orang miskin, di rumah-rumah yatim, bahkan di lembaga pemasyarakatan. Masjid bisa roboh, Ka‘bah bisa sepi, tapi hati manusia yang beriman akan abadi dalam ketaatan dan kecintaan pada-Nya.
“Buku ini merupakan bacaan menarik karena banyak menggambarkan secara gamblang aneka hambatan psikologis yang membuat orang enggan membuang barang.” —The New York Times Suteru! Gijutsu yang kali pertama terbit di Jepang pada 2000 sontak menjadi sensasi—terjual sebanyak jutaan eksemplar dalam waktu singkat dan mengilhami Marie Kondo belia. Lewat panduannya untuk menjalani hidup lebih damai dan t…
Janji yang diucapkan setelah bertahun-tahun yang terlupakan. Patutkah janji itu diperjuangkan ? Novel romantis ini menceritakan perjuangan seorang wanita dalam memperjuangkan janji cintanya. Pembaca diajak untuk merasakan perjuangan yang dilakukan dan perasaan yang dirasakan dari tokoh utama dalam novel ini. Akankah janji cinta ditepati pada akhirnya ? Bunga krisan adalah jawabannya.
“Dil, Saudaraku, inilah surat-suratku: menirukan suara-suara liar dari jalanan, gang-gang kampung, sudut-sudut desa, napas dan bau keringat berjuta orang yang dibelakangi oleh perkembangan ... inilah surat, dari pojok-pojok sejarah, dari pinggiran tandus ladang-ladang yang disebut kemajuan ....” Emha Ainun Nadjib, banyak sebutan untuknya: budayawan, penulis, seniman, bahkan ada yang m…
“Nyatanya lebih banyak kebaikan dari hidupmu ketimbang apa yang salah. Nggak peduli apa pun kelirunya.” Prof. Dr. Jon Kabat-Zinn Sering kali kita mendengar dari keluarga, teman, dan lingkungan: “Perbaiki hidupmu! Berubahlah jadi lebih baik! Koreksi kesalahanmu!” Bagaimanakah, kalau ternyata, tidak ada yang keliru dalam hidup kita? Cukup menarik jika kita mungkin bisa belajar terbuka pa…
Gaya hidup modern, di samping menawarkan berbagai kenikmatan dan kemudahan hidup, kerap membuahkan dehumanisasi. Banyak manusia seolah kehilangan kemanusiaannya, kehilangan fitrahnya—khususnya dimensi spiritual. Lalu, seolah merespons fenomena itu, tak sedikit yang kemudian secara ekstrem memilih “jalan spiritual”, sampai-sampai memancang visi lenyapnya diri dan tak lagi peduli dengan situas…
Corpus salib di ruang pastoran itu menangis. Air matanya menetes ke lantai. Tongkat dengan pisau di dalamnya kaget melihat salib menangis. “Mengapa kamu menangis, salib? Apakah kamu sakit atau sedih?” Corpus salib melihat ke arah suara. Demi dilihatnya yang bertanya tongkat dengan pisau di dalamnya, tangis si salib agak reda. Lalu, sambil masih terisak-isak, salib itu berkata, “Maaf ya, kamu in…