“Menyakitkan, tapi Tak Seburuk yang Kupikirkan” merupakan kumpulan esai yang ditulis oleh Lee You-Jeong. Buku ini menjadi buku best seller di toko buku offline dan situs buku onine Korea. Selain itu, buku ini juga mempunyai pembaca terbanyak mencapai 100.000 pembaca di situs brunch. Buku ini menceritakan tentang perjuangan seorang wanita dalam menghadapi kelainan rahim berupa fibroid. Bukan ha…
Orang mengira ketika Anda ingin mengubah hidup, Anda perlu memikirkan hal-hal besar. Namun pakar kebiasaan terkenal kelas dunia James Clear telah menemukan sebuah cara lain. Ia tahu bahwa perubahan nyata berasal dari efek gabungan ratusan keputusan kecil—dari mengerjakan dua push-up sehari, bangun lima menit lebih awal, sampai menahan sebentar hasrat untuk menelepon. Ia menyebut semua tad…
Bukan sekadar karena dikonstruksi dari catatan-catatan yang terserak di berbagai tempat, namun buku ini juga merupakan refleksi dari perjalanan dan keterlibatan saya dalam dunia ilmu hukum. Keterlibatan menjadi akademisi yang mempelajari berbagai wacana ilmu hukum, juga keterlibatan selaku politisi ketika menjadi anggota legislative dan merumuskan wajah dan arah hukum di Indonesia. Dimensi kete…
Malapraktik tidak hanya menyangkut aspek hukum, melainkan juga menyangkut etika profesi. Maka, pertanggungjawaban pidananya harus terlebih dahulu dilakukan pembuktian secara etik profesi. Oleh sebab itu, pertanggungjawaban pidana secara strict liability tidak dapat dikenakan, kecuali dalam keadaan tertentu yang sangat membahayakan kesehatan dan keamanan orang lain jenis pertanggungjawaban ini d…
Praktik sistem pemerintahan dan peradilan pasca dilakukan perubahan UUD 1945 selama empat kali di satu sisi menunjukkan banyak kemajuan positif, namun pada sisi yang lain harus diakui masih terdapat kekurangan dan kelemahan, sehingga semangat untuk menegakkan sistem pemerintahan presidensil pun selalu dihadapkan dengan banyak kendala. Jika dilihat dari sudut pandang hukum ketatanegaraaan yang i…
bibliografi: hal. 340 indeks: hal. 341-354 Mencari kebenaran adalah esensi filsafat. Sedangkan kebebasan menjadi ruh untuk berfilsafat. Karena itu, banyak fulsuf yang hanya melayang-layang saja, meneliti berbagai hal yang mungkin dan tidak pasti, serta terus mencari dalam kebebasannnya. Karena itu, pada dasarnya filsafat tidak pernah sampai pada sintesis, namun hanya akan membentuk lingkaran …
Kota Gadang, nagari di barat Bukittinggi, di seberang ngarai Sianok, sangat kuat mempertahankan adat. Akan tetapi, dalam waktu bersamaan Koto Gadang meupakan daerah pertama yang membuka diri terhadap pengaruh luar, khususnya pengaruh barat memaluai sekolah berbahasa Belanda. Inilah satu satunya fenomena pembaruan sosio-kultural di Nusantara yang terjadi pada masa kolonial abad 19 dan 20.